Tampilkan postingan dengan label softskill B.Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label softskill B.Indonesia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Desember 2012

Bagaimana Menentukan Tema dan Judul Karangan Yang Baik


Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen,puisi,novel,karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah fondasinya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.

Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersifat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.

Tema karangan yang baik = berbentuk kalimat
1.Menarik
Tema yang menarik akan menjadi 'trending topic' dan akan terus menerus menjadi bahan pembicaraan yang hangat karena menarik minat orang untuk mengetahui berita tersebut yang di dasarkan oleh tema yang menarik.
2.Dikuasai
Dikuasai, yaitu penguasaan evidasi atau data yang wujudnya berupa data/informasi dan autoritas
3.Terbatas
4.Didukung
Didukung oleh data atau evidensi. Disini terbagi menjadi dua jenis data,yaitu:
a.Data Primer (Observasi langsung)
b.Data Sekunder
Kedua data tersebut memiliki argumentasi yang kuat

Judul karangan yang baik =
1.Sesuai Topik
2.Sesuai isi karangan
3.Tidak terlalu panjang (hanya 9 kata, tidak termasuk kata tugas,seperti di,ke,dari,dan)
4.Berbentuk frasa bukan kalimat (tidak memiliki subjek dan predikat)
5.Jelas, terdiri dari atas ragam denotasi,contoh

bagaimanakah menentukan tema dan judul karangan yang baik


Tema merupakan suatu gagasan pokok atau ide pikiran tentang suatu hal, salah satunya dalam membuat suatu tulisan. Di setiap tulisan pastilah mempunyai sebuah tema, karena dalam sebuah penulisan dianjurkan harus memikirkan tema apa yang akan dibuat. Dalam menulis cerpen,puisi,novel,karya tulis, dan berbagai macam jenis tulisan haruslah memiliki sebuah tema. Jadi jika diandaikan seperti sebuah rumah, tema adalah fondasinya. Tema juga hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca sebuah tulisan. Jika temanya menarik, maka akan memberikan nilai lebih pada tulisan tersebut.

Judul adalah nama yang dipakai untuk buku, bab dalam buku, kepala berita, dan lain-lain; identitas atau cermin dari jiwa seluruh karya tulis, bersifat menjelaskan diri dan yang manarik perhatian dan adakalanya menentukan wilayah (lokasi). Dalam artikel judul sering disebut juga kepala tulisan. Ada yang mendefinisikan Judul adalah lukisan singkat suatu artikel atau disebut juga miniatur isi bahasan. Judul hendaknya dibuat dengan ringkas, padat dan menarik. Judul artikel diusahakan tidak lebih dari lima kata, tetapi cukup menggambarkan isi bahasan.

Tema karangan yang baik :

1.Menarik
Tema yang menarik akan menjadi 'trending topic' dan akan terus menerus menjadi bahan pembicaraan yang hangat karena menarik minat orang untuk mengetahui berita tersebut yang di dasarkan oleh tema yang menarik.

2.Dikuasai
Dikuasai, yaitu penguasaan evidasi atau data yang wujudnya berupa data/informasi dan autoritas

3.Terbatas

4.Didukung
Didukung oleh data atau evidensi. Disini terbagi menjadi dua jenis data,yaitu:
a.Data Primer (Observasi langsung)
b.Data Sekunder
Kedua data tersebut memiliki argumentasi yang kuat


Judul karangan yang baik :

1.Sesuai Topik

2.Sesuai isi karangan

3.Tidak terlalu panjang (hanya 9 kata, tidak termasuk kata tugas,seperti di,ke,dari,dan)

4.Berbentuk frasa bukan kalimat (tidak memiliki subjek dan predikat)

5.Jelas, terdiri dari atas ragam denotasi,contoh

Kamis, 01 November 2012

Berbicara Sesuai Konteks

1.Fokus pada lawan bicara
Dengan fokus pada lawan bicara tentunya lawan bicara akan mudah mendapatkan maksud pembicaraan.Jangan sampai anda berpaling dari lawan bicara,karena topik akan pecah dan tidak jelas.
2.Menggunakan Suara yang baik
Suara yang baik tentunya disesuaikan dengan lawan pembicara.Apabila lawan pembicara adalah orang tua lanjut usia tentunya dengan lirih dan sopan.Sesuaikan lawan bicara,jangan sampai suara anda menyakitkan hati lawan bicara.
3.Jangan mengeluarkan perkataan yang tidak pantas
Lupakan dan jauhkan perkataan kotor dalam bicara anda.Perkataan kotor biasa akan merusak pembicaraan dengan lawan bicara.Kadang juga nyambung,tetapi efek dari perkataan kotor itu yang mencerminkan pribadi kita dimata lawan bicara.
4.Awali dan ahiri pembicaraan dengan senyuman
Senyuman dapat membuat lawan bicara kita tersapu malu dan baik kepada kita.Lawan bicara belum mengatakan sesuatu tetapi kita sudah memberikan sebuah hadiah yang enak dipandang mata yaitu ” senyuman ” .
5.Berjabat tangan sesudah pembicaraan
Dapat juga dengan berjabat tangan atau meletakkan tangan di atas dada sendiri sebagai isyarat anda menghargai orang lain sebagai mana anda menghargai diri sendiri.

Menengok bahasa Alay

     Alay adalah singkatan dari Anak layangan, Alah lebay, Anak Layu, atau Anak keLayapan yang menghubungkannya dengan anak JARPUL (Jarang Pulang). Tapi yang paling terkenal adalah anak layangan.
Dominannya, istilah ini untuk menggambarkan anak yang sok keren, secara fashion, karya (musik) maupun kelakuan secara umum. Konon asal usulnya, alay diartikan “anak kampung”, karena anak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit sawo gelap karena kebanyakan main layangan.
Tapi seiring perkembangan zaman, alay sering diidentifikasikan menjadi narsis, fotogenic, sok gaul, emo, dan lain-lain. Secara garis besar, mungkin karena salah pergaulan. Dan satu lagi yang tidak jauh dari alay adalah kata-kata/ tulisan yang bener bener membuat manusia biasa pusing membacanya.

berikut macam-macam bahasa alay :
Aja : Ja, Ajj
Apa : Pa, PPa, Aph
Anak : Nax, Anx, Naq, Nagh
Aku : Akuwh, Akku, Qhu
Banget : Bangedh, Beud, Beutz, Bet, Bat, Benjet
Boleh : Leh
Belum : Lom, Lum
Bokep : Bokebb
Buat : Wat, Wad
Cape : Cppe, Cpeg, 
Cakep : Ckepp
Cuekin : Cuxin
Curhat : Cvrht
Cewek : Cwekz, Cewex
Cowok : Cwokz, Cowog
Deh : Dech, Deyh
Dulu : Duluw
Dong : Dumz, Dum
Gue : W, Wa, Q, Qu, G
Gitu : Gtw, Gitchu, Gituw
Hai : Ui, Ai, Ao (apa coba-_-zzz)
Halo : Alow
Ini : Iniyh, Nc
Imut : Imoetz, Mutz
Kok : KoQ, KuQ, Kog, Kug
Kan : Khan, Kant, Kanz
Keren : Krenz, Krent
Kurang : Krang, Krank 
Ketawa : xixixi, xoxoxo, haghaghag, w.k.k.k.k.k. , wkowkowkwo (bacanya apa coba tolong jelaskan)
Khusus : Khuzuz
Kalian : Klianz
Kenal : Nal
Karena/Soalnya : Coz, Cz
Kakak : Kakagg
Kamu : Kamuh, Kamyu, Qmu, Kamuwh
Kalau : Kaluw, Klw, Low
Lo : U
Lagi : Ghiy, Ghiey, Gi, Gy
Lucu : Luthu, Uchul, Luchuw
Love : Luph, Luff, Loupz, Louphh
Loh : Loch, Lochkz, Lochx
Lupa : Lupz
Manis : Maniezt, Manies
Mengeluh : Hufft
Masuk : Suk, Mzuk, Mzug, Mzugg
Makan : Mumz, Mamz
Maaf : Mu’uv, Muupz, Muuv
Main : Men
Nih : Niyh, Niech, Nieyh, Nich
Nya: (contoh 'misalnya') kemudian jadi misalna, misal'a, misal.a
Nggak : Gga, Gax/gx, Gag/gg
Punya : Pya, P’y, Pu.a
Pasti : Pzt
Paling : Plink, P’ling
Pengen : Pen (apaini...)
Rumah : Humz, Hozz
Reply : Repp
Siapa : Sppa, Cppa, Cpa, Spa
SMS : ZMZ, XMX, MZ, CMZ, ecemez/cemez (oh god…)
Sorry : Cowwyy, Sowry (MasyaAllah-_-)
Sih : Siech, Sieyh, Ciyh, Seeh
Salam : Lam
Sayang : Saiank, Saiang, Cynk
Setiap : Styp
Tuh : Tuwh, Tuch, Thu
Tau : Taw, Tawh, Tw
Terus : Tyuz, Tyz
Tiap : Tyap
Tapi : Phi
Udah : Dagh
Yang : Iank/Iang, Eank/Eang (ada juga yang iiank/iiang-_-)
Ya/Iya : Yupz, Ia, Ea, Eapz/Eaps
Yuk : Yuq, Yuqz, Yukz

Jumat, 05 Oktober 2012

Sikap generasi muda melestarikan bahasa indonesia


Berbicara mengenai bahasa Indonesia, tidak lepas dari peran bahasa Indonesia itu sendiri di dalam penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Mengingat Negara kita terdiri dari beberapa suku yang pada dasarnya dari setiap suku di Negara kita mempunyai ragam bahasanya sendiri. Contohnya saja seperti suku Madura, mereka berkomunikasi dengan bahasa mereka sendiri dalam kesehariannya. Begitu juga dengan suku-suku yang lain yang tersebar diseluruh pelosok negeri ini, Mereka menggunakan bahasa mereka masing-masing dalam komunikasi mereka setiap harinya, lalu pertanyaannya dimana peran bahasa Indonesia di tengah masyarakat kita saat ini?. Jawabannya adalah ada pada diri kita sendiri, sejauh mana usaha kita melestarikan bahasa Indonesia itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga peran bahasa Indonesia itu tampak dalam setiap sendi komunikasi masyarakat kita ini.
Belakangan ini kita banyak menemukan bahasa-bahasa baru yang kata pemuda pemudi kita disebut bahasa gaul. yang mana tidak semua orang bisa mengerti dan faham dengan bahasa tersebut kecuali orang-orang yang memang sudah mengerti atau bahkan yang menciptakan bahasa-bahasa tersebut. Contoh kecilnya adalah ketika saya dapat kiriman pesan singkat (sms) dari handphone teman saya, untuk mengucapkan “selamat pagi” saja teman saya hanya menuliskan kata-kata “met Pgi” dan ketika saya Tanya dia sedang ada dimana, di menjawab “aku sedang di perjalanan” hanya ditulis dengan kata-kata “Q gi di jLn”. Bahkan ketika saya membuka media social network seperti facebook dan twitter yang notabenenya banyak digunakan oleh para pemuda dan pemudi di Negara kita ini, kita akan banyak menemukan bahasa-bahasa yang tidak bisa dimengerti langsung oleh orang banyak. Bahkan guru bahasa Indonesia sekalipun. Contoh kecilnya ketika ada anak update setatus di facebook “CyanK, aQ Gag bSa HduPh T@nPmu” pasti tidak semua orang akan mengerti apa yang dimaksud orang itu dalam tulisan tersebut, meskipun kalau di tulis dengan bahasa Indonesia yang benar redaksinya adalah “sayang, aku tidak bisa hidup tanpamu” yang mana semua orang pasti akan faham dan tahu tentang arti dari kata-kata tersebut. Tapi kenyataannya berbeda, tulisan-tulisan semacam itu yang dikenal orang dengan tulisan alay banyak digunakan dalam ragam komunikasi pemuda zaman sekarang, mulai dari sms, facebook, twitter dan media social network lainnya.
Sangat ironis memang, para pemuda zaman sekarang seolah sudah tidak berminat lagi untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, yang mana pada dasarnya adalah bahasa nasional Negara kita ini. Rasa nasionalis memang harus kita pupukan sedini mungkin terhadap generasi kita, terutama dalam masalah bahasa, karena belakangan banyak bahasa-bahasa yang dibuat-buat yang tidak jelas apa tujuannya. Contoh kecilnya yang lagi marak sekarang adalah bahasa-bahasa alay. Sebenarnya pada dasarnya bahasa alay adalah bahasa Indonesia, namun banyak yang dirubah baik dari segi pengucapan dan tulisannya. Yang paling mencolok memang dalam segi tulisannya, seperti kata “tidak” ditulis dengan “Gag”, ” semangat” ditulis dengan “CemungUdh..” dan banyak lagi yang lainnya. Hal ini sebenarnya kalau dipikir tidak ada gunanya, bahkan akan membuat jati diri bahasa Indonesia itu sendiri semakin semu dan tidak jelas. Beda dengan bahasa daerah, bahasa alay lebih kepada bahasa yang dibuat-dibuat dan tidak jelas dari segi aturan ejaan dan tulisannya. Kalau bahasa daerah jelas dalam aturan dan ejaannya, karena setiap bahasa daerah seperti Jawa, Sunda, Madura, Batak dan yang lainnya mempunyai aturan sendiri dalam ejaan dan tulisannya.

Sayur pucung gabus khas betawi

sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/kuliner/12/05/28/m4pqtn-warga-bekasi-akan-patenkan-sayur-gabus-pucung

          Selama ini, sayur gabus pucung yang terkenal sebagai masakan asli Betawi belum memiliki hak paten. Karena itu, kaum ibu rumah tangga yang tergabung dalam Forum Perempuan Bekasi, Jawa Barat, berniat mematenkan sayur gabus ikan pucung menjadi makanan khas wilayah setempat.


          Dijelaskannya, makanan tersebut merupakan resep tradisi bagi masyarakat Betawi yang penyajiannya hampir mirip dengan membuat rawon khas Jawa Timur. Namun, makanan itu sudah sulit ditemui di wilayah perkotaan, seperti DKI Jakarta.

          Pembuatan sayur itu tidak terlalu sulit. Ikan gabus yang telah dipotong dilumuri dengan bumbu, lalu digoreng. Kuah diramu secara terpisah, beberapa bahan bumbu, seperti daun salam, lengkuas, daun jeruk, tomat, ditumis hingga harum. Jika keduanya siap, ikan gabus yang sudah digoreng dimasukkan dalam kuah tersebut lalu diaduk rata hingga berwarna kehitaman.